Apa Sih Yang Mengakibatkan Seseorang Menjadi Alergi Dengan Olahraga?
Alergi dapat di akibatkan oleh apa saja, termasuk olahraga, nah loh, memangnya ada?
untuk ulasan lengkapnya, yuk simak penjelasan lengakapnya di bawah ini.
Alergi olahraga atau dalam bahasa medisnya bernama Exercise-Induced Anaphylaxis disingkat EIA merupakan kondisi alergi yang sangat jarang terjadi. Reaksi alergi anafilaktik ini tergolong ekstrim dan serius, karena dapat menyebabkan kematian. Pada prinsipnya, ketika seseorang mengalami alergi, gejalanya akan muncul di satu bagian tubuh saja, sedangkan, seseorang yang mengalami reaksi alergi anafilaktik, gejala alergi tersebut akan muncul di beberapa lokasi tubuh secara bersamaan.
Beberapa cabang olahraga di percaya memiliki hubungan dengan EIA, yakni jogging, jalan cepat, bersepeda, ski, sepakbola, dan aktivitas aerobik lainnya. Reaksi alergi ini bukan hanya olah aktifitas fisik semata, ada faktor lain yang menjadi faktor pendukungnya seperti, kelembapan udara, perubahan musim, dan perubahan hormon dalam tubuh bisa menentukan akan terjadinya serangan tersebut atau tidak.
Berbeda dengan gejala alergi lainnya, EIA ini memiliki 4 tahapan gejala, berikut iniu diantaranya :
- Pada tahap pertama (prodroma), penderita hanya akan merasakan lelah dan mulai ada rasa gatal-gatal di bagian tubuh tertentu. Yang di tandai dengan munculnya biduran atau terkadang pembengkakan di bawah kulit karena reaksi alergi.
- Pada tahap kedua (tahap awal), gejala pertama masih akan ada, yang di tambah dengan kemunculan gejala lain yang terkait dengan saluran pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah. Selain itu, gejala pada tahap awal ini pun mulai menyerang saluran pernaapsan, yang menyebabkan si penderita mengalami sesak nafas, dan napas berbunyi seperti siulan, hal ini akibat dari adanya penyumbatan saluran pernapasan pada penderita.
- Pada tahap ketiga, gejala yang di timbul akan lebih parah, gejala tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada jantung hingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
- Nah pada tahap terakhir ini, biasanya penderita akan mengalami sakit kepala dan rasa kelelahan yang tidak hilang-hilang bisa hingga 72 jam ke depan sejak gejala pertama muncul.
Lalu ada pertanyaan, apakah alergi ini hanya bereakasi saat kita melakukan aktiftitas olaharaga saja?
Di kutip dari hellosehat.com. Bagaimana alergi olahraga terjadi sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, kondisinya berbeda-beda pada setiap orang yang mengalaminya. Tidak selalu alergi ini muncul karena reaksi terhadap olahraga saja. Menurut penelitian, munculnya EIA ini memerlukan faktor lain sebelum olahraga.
Contohnya makanan (pada suatu makanan tertentu), non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) yang dikonsumsi 24 jam sebelum olahraga, lingkungan ekstrem, alkohol, dan serbuk sari dari bunga dalam jumlah besar.
Antara 30 sampai 50 persen kasus alergi langka ini memiliki faktor yang bergantung pada makanan atau bisa disebut dengan food dependent exercise induced anaphylaxis (FDEIA). Pada kasus FDEIA, makanan yang dikonsumsi biasanya dimakan setidaknya enam jam sebelum olahraga seperti produk terigu atau gandum, kacang, seledri, dan makanan laut.
Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, Dokter akan meberikan penanganan yang biasanya terdiri dari suntik epinefrin, infus, oksigen, antihistamin, serta penanganan jalur napas.
Selain itu, orang yang memiliki riwayat EIA yang dipengaruhi oleh makanan, harus menghindari makan 4-6 jam sebelum olahraga dan latihan harus bersama pendamping. Anda juga sebaiknya selalu membawa alat suntik epinefrin khusus yang telah diberikan oleh dokter.

Komentar
Posting Komentar