Wajarkah Bila Seseorang Terkena Asma Saat Dewasa?



Banyak orang mengira, seseorang tanpa riwayat asma tidak akan mengalami asma ketika dewasa. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, Asma bisa saja baru terjadi saat seseorang telah dewasa.

Gangguan asma dapat terjadi pada siapa saja dari semua golongan umur, baik itu laki-laki maupun wanita, anak-anak ataupun dewasa. Asma yang baru terjadi saat dewasa di sebut dengan adult onset asthma, pemicunya dapat di pengaruhi oleh beberapa hal seperti riwayat asma pada keluarga, serta zat-zat iritan yang terhirup saat beraktifitas sehari-hari.

Selain kedua faktor diatas, Adapun beberapa faktor risiko yang menyebabkan asma muncul di usia dewasa antara lain:


  • Seseorang dengan riwayat alergi
  • Seseorang yang terpapar zat iritan seperti asap rokok, debu, atau parfum
  • Seseorang yang baru saja menderita infeksi virus seperti flu
  • Seseorang dengan riwayat penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Wanita yang sedang hamil
  • Wanita yang memasuki fase menopause
  • Wanita yang sedang terapi hormon estrogen.


Di kutip dari www.klikdokter.com . Yang membedakan kasus asma pada anak kecil dan orang dewasa, yaitu orang dewasa cenderung memiliki volume ekspirasi paksa yang lebih rendah sejak memasuki usia paruh baya. Hal tersebut terjadi karena perubahan pada otot dan kekakuan dinding dada.

Volume ekspirasi paksa adalah volume udara yang dapat di hirup, kemudian di hembuskan secara paksa dalam satu detik. Fungsi paru yang menurun dapat menyebabkan diagnosis asma yang baru terjadi terlewatkan.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan fungsi paru secara rutin. Terlebih bila memiliki gejala-gejala asma seperti sesak nagas, nyeri dada, sulit bicara, dada terasa berat, sering batuk (terutama malam hari), gelisah, frekuensi napas dan denyut jantung meningkat, serta mengi.  Alangkah lebih baik bila penyakit asma bisa dikontrol oleh obat-obatan dari dokter, dan tidak mengganggu produktivitas hidup Anda.

Komentar